Posts tagged ‘tutorial’

Tutorial Pemrograman GUI dengan Matlab: Update Static Text


Pada bagian ini akan disampaikan serial tutorial pemrograman GUI menggunakan Matlab.

Setelah mengikuti serial tutorial ini sampai selesai, pembaca diharapkan dapat membuat GUI sendiri menggunakan Matlab dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan.

Pada sesi ini akan diberikan tutorial tentang Static Text. Biasanya digunakan untuk membuat sebuah informasi kepada user melalui tulisan. Properties dari text dapat diganti melalui script saat program sedang berjalan ataupun ketika program dibuat dari awal.

Suatu kasus jika text informasi harus berganti sesuai dengan kondisi tertentu, maka informasti text melalui Static Text dapat update dengan mudah dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

 

Demikian, semoga bermanfaat.

 

Penggunaan Program Absensi Karyawan: Mencari dan Menghapus Data Karyawan


Berikut adalah tutorial penggunaan program absensi karyawan.

Program dapat dilihat pada link.

Pada tutorial ini ditampilkan bagaimana cara mencari data karyawan yang telah disimpan dan langkah-langkah menghapus data yang sudah tersimpan.

Memulai Belajar Arduino Uno-Mengenal Arduino Uno Bag. 2


Pin dan Fungsinya

– Power

Beberapa cara untuk memberikan/mendapatkan power pada board Arduino Uno adalah sebagai berikut:

1. Vin, pin dapat dijadikan pilihan dengan memberikan tegangan dari adaptor eksternal antara 6-20V.

2. 5V, pin dapat digunakan dengan memberikan tegangan yang sudah diregulasi dari power supply 5V eksternal. Selain itu, pin juga dapat digunakan untuk sumber power supply 5V bagi rangkaian tambahan diluar board.

3. 3V3, pin ini adalah tegangan 3,3V output dari regulator yang ada pada board dengan arus maksimal 50mA

4. GND, pin ground.

5. IOREF, pin ini disediakan sebagai tegangan referensi mikrokontroller bekerja. Dapat dipilih antara 5V dan 3,3V.

 

Memory

Board Arduino memiki kapasitas memori sebesar 32 KB, dimana 0,5KB diantaranya digunakan sebagai boarloader. Diantaranya terdiri dari 2KB SRAM, 1KB EEPROM.

 

Input and Output

Masing-masing dari 14 pin dapat digunakan sebagai input/output dengan tegangan kerja 5V. Selain itu terdapat fungsi tambahan dari masing-masing port, sebagai berikut:

Serial, 0(RX), 1(TX) dapat digunakan sebagai pin untuk menerima data (RX) dan mengirim data (TX) dengan level tegangan TTL 5V. Pin ini terhubung antara pin serial ATmega328 mikrokontroller dan pin USB to TTL dari IC serial konverter.

Externel Interrupts2 dan 3 pin ini dapat digunakan sebagai trigger dengan beberapa pilihan mode transisi/level tegangan.

PWM: 3, 5, 6, 9, 10, and 11. Menyediakan fasilitas untuk membuat output PWM.

SPI: 10 (SS), 11 (MOSI), 12 (MISO), 13 (SCK). Pin ini mendukung komunikasi SPI dimana library sudah tersedia.

LED: 13 pada board ini disediakan satu buah LED untuk digunakan sebagai output. Dimana LED akan menyala saat diberikan logika HIGH dan akan padam saat diberikan logikan LOW.

Arduino Uno menyediakan 6 pin analog in yang dapat digunakan sebagai input analog dengan resolusi 10 bits (dengan range pembacaan 0 sampai 1023). Yang ekuivalen dengan tegangan analog dari 0V sampai 5V.

TWI: A4 or SDA pin and A5 or SCL pin. Mendukung komunikasi TWI dengan library yang sudah disediakan.

AREF. adalah pin yang dapat digunakan untuk mengatur tegangan referensi untuk input analog.

Reset, pin ini dapat digunakan untuk mereset mikrokontroller dengan memberikan logika LOW. Selain itu, juga tersedia button RESET untuk melakukan hal serupa.

 

Komunikasi

Board Arduino Uno mendukung komunikasi serial, dimana hal ini sudah tersedia sebuah perangkat hardware USB to TTL serial yang dilengkapi dengan LED indikator. Karena sudah dilengkapi dengan chip konverter USB to Serial, sehingga board dapat digunakan untuk komunikasi serial secara langsung ke komputer/laptop. Selain itu, board juga mendukung protokol kumunikasi lainnya yaitu SPI dan I2C.

 

Programming

Board arduino dapat langsung diprogram menggunakan software arduino. Software dapat diunduh di halaman download.

 

USB Overcurrent Protection

Board dilengkapi sebuah perlindungan resettable polyfuse yang melindungi USB dari over current dan short.

 

Demikian semoga bermanfaat.

Pustaka:

Arduino Board Uno

Tutorial FPGA


 

 

 

Tutorial Membuat Library Komponen Pada Altium


Demikian, Semoga bermanfaat.

Peta Lokasi Dengan Google Map Di WordPress


Pada posting kali ini saya akan mencoba menampilkan lokasi tempat tinggal saya dengan memanfaatkan layanan gratis dari Google maps. Tutorial ini saya ikuti berdasarkan petunjuk yang diberikan pada tutorial ini.

Bagaimanakah cara menampilkan lokasi yang diinginkan dengan memanfaatkan google maps, ikuti langkah-langkahnya berikut:

1. Cari lokasi yang diinginkan dengan menggunakan google maps.

2. Pilih tipe peta yang akan ditampilkan

3. Posisikan peta lokasi yang diinginkan dengan menempatkan pada posisi tengah

4. klik pada ikon Link

copy dan paste kode HTML ini ke web site tujuan.

5. Kemudian pada wordpress, pindah pada mode HTML, paste kode HTML

6. Lokasi Saya


Kegunaan peta pada website kita:

– menunjukkan kepada costumer lokasi posisi perusahaan kita

– menunjukkan posisi kita pada blog

– dan lainnya.

Demikian, semoga bermanfaat.

–Rohmadi–

Sumber: http://maps.google.com/help/maps/getmaps/plot-one.html

Tutorial FPGA – 2


14 . Pilih menu Add –> Wire (Ctrl + W)


Kemudian klik dari ujung pin CE, tarik garis lurus kea rah kiri kemudian klik sampai membentuk wire, klik Esc.

15. Tambahkan wire untuk semua pin yang ada seperti berikut


16. Pilih menu Add –> I/O marker (Ctrl + G), kemudian select pin CE, C dan CLR seperti tampilan berikut



17. Ulangi untuk pin Q0 s/d pin Q3, CEO, TC

Secara default masing-masing pin akan memiliki nama dari XLXN_1

18. Klik kanan pada I/O marker XLXN_1, pilih Object Properties, pilih Nets, XLXN_1


19. Pada kolom Value, baris Name ganti dengan CE


20. Ganti nama masing-masing pin sesuai tampilan berikut


21. Klik kanan pada xc3s400an-4fgg400 kemudian pilih New Source


Tambahkan VHDL Test Bench, beri nama pada File name Counter4bit_tb, kemudian klik Next >

22. Klik Next >


23. Klik Finish


24. Selanjutnya akan muncuk code HDL disebelah kanan


25. Edit code berikut:

tb : PROCESS

BEGIN

                WAIT;

END PROCESS;

Menjadi seperti berikut:

C1 : PROCESS

BEGIN

                C <= ‘1’; wait for 10ns;

                C <= ‘0’; wait for 10ns;

END PROCESS;


26. Pada tab Hierarchy, klik Counter4bit.sch, kemudian pada tab Processes: Counter4bit, klik kanan Synthesize – XST kemudian pilih Run


27. Pada tab View pilih Simulation. Pada tab Hierarchy pilih Counter4bit_tb.vhd


Pada tab Processes pilih Isim Simulator à Behavioral Check Syntax

28. Kemudian klik kanan Simulate Behavioral Model à Run


29. Kemudian akan muncul layar window baru seperti berikut


30. Kemudian klik icon no 1 diikuti no 2.


Demikian, petunjuk singkat membuat clock pada FPGA dengan gambar rangkaian dan VHDL.

Semoga bermanfaat.

Membuat LED Flip-Flop dengan ATMega8535


Pada kesempatan kali ini kita akan belajar membuat sebuah contoh project sederhana dengan menggunakan LED yang dikontrol oleh chip mikrokontroller ATMega8535. Project yang akan kita buat adalah flip-flop. Sebuah contoh mengendalikan LED secara sederhana, yaitu dengan menyalakan dan mematikan secara bergantian diantara satu atau dua buah LED. Kenapa disebut sebagai flip-flop? karena adanya dua buah keadaan yang saling berlawanan atau berkebalikan.

Pada project ini, LED akan dimatikan dan dinyalakan secara bergantian sehingga akan memiliki dua buah keadaan yang berganti/berbeda.

Bagaimana Menyalakan Sebuah LED?

Sebuah lampu LED dapat dinyalakan dengan memberikan polaritas positif (+) dan Ground (0) pada masing-masing kaki. Sebuah LED memiliki dua kaki yang berbeda fungsi. Kaki Anoda yang biasanya lebih panjang ukurannya dan kaki Katoda yang memiliki ukuran lebih pendek. Lebih jelasnya, bisa ditunjukkan pada ilustrasi gambar berikut ini:

Biasanya masing-masing lampu LED memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Misalnya nilai tegangan maksimum, warna dan ukuran yang berbeda-beda. Namun demikian, lampu LED biasanya memiliki standar yang sudah ditentukan. Pada sebuah rangkaian elektronika, lampu LED memiliki sebuah simbol yang unik, ditunjukkan dengan sebuah simbol yang mirip dengan diode atau tanda panah dengan sebuah garis didepannya, namun untuk lampu LED ditambahkan dua buah tanda panah arah keluar yang menunjukkan bahwa LED/diode tersebut mengeluarkan cahaya. Jika tanda panah menuju simbol maka dia menerima cahaya. Dalam rangakaian elektronika, LED digambarkan dengan sebuah simbol, biasanya LED diseri dengan sebuah resistor yang memiliki fungsi untuk membatasi nilai arus maksimum yang diperbolehkan untuk melewati LED guna menghindari kerusakan.

Jika dalam rangkaian tersebut di atas, dengan sumber tegangan (V) 3V dan resistor (R) 1K Ohm, maka arus yang akan mengalir melalui LED adalah sebesar: (3V/1000 Ohm) = 3mA. Dengan nilai arus 3 mA yang mengalir melalui LED, sudah cukup untuk membuat LED menyala.

Menyalakan LED dengan ATMega8535

Dengan prinsip yang sama dengan rangkaian diatas, maka kita bisa menyalakan sebuah LED dengan memberikan arus kepada LED. ATMega8535 setiap pin dapat berfungsi sebagai sumber arus untuk sebuah device. Arus yang dapat diberikan oleh chip ATMega8535 berdasarkan datasheet adalah sebesar 20mA pada Vcc = 5V dan 10mA pada Vcc = 3V. Arus ini cukup besar untuk menyalakan sebuah LED. Sehingga dalam rangkaian yang kita buat, perlu ditambah resistor limiter sebagai pembatas arus untuk menghindari kerusakan LED. Untuk menyalakan sebuah LED dengan ATMega8535, bisa menggunakan rangkaian seperti berikut:

Dengan menggunakan Code Vision kita bisa membuat code seperti berikut:

1. Buka Software Code Vision, kemudian Klik File –> New

2. Pilih File Type: Project kemudian klik OK

3. Klik Yes, kita akan menggunakan wizard dari Code Vision

4. Pada tab Chip, sesuaikan konfigurasi chip dan clock sesuai berikut

5. Pindah pada tab Ports, pilih tab Port B, kemudian klik pada Bit 0 sehingga akan menjadi Out.

6.Selanjutnya, pilih File — > Generate, Save & Exit

7. Pada source code, tambahkan #include<delay.h>

8. Kemudian tambahkan code berikut

PORTB.0=1; // menyalakan LED

delay_ms(500); // jeda 500ms

PORTB.0=0; // matikan LED

delay_ms(500); // jeda 500ms

9. Setelah itu, download file hex ke sistem minimum. Maka LED akan nyala-mati terus dengan jeda 500ms.

Semoga bermanfaat.

Code Template Flip-flop

Code Flip-flop

Program Absensi Karyawan Dengan Visual Basic 6.0 dan Barcode


Cara mengatasi Error Database Program Absensi

Berikut adalah Screen Shot dari Program Absensi Karyawan dengan Visual Basic 6.0 dan Barcode:

1. Tampilan Awal Menu Utama

  • Menampilkan logo identitas instansi yang menggunakan program aplikasi

2. Tampilan Form Absensi dengan barcode

–  Menampilkan data absensi karyawan dengan lengkap barupa jam masuk, nama, tanggal, jabatan, dan status absensi.

  • Kartu pengenal yang dilengkapi dengan kode barcode dari ID discanning menggunakan barcode reader

  • Secara otomatis, data dari karyawan akan tampil

[baca selengkapnya di sini]

http://produk-inovatif.com/blog/2013/03/03/program-absensi-karyawan-dengan-visual-basic-6-0-dan-barcode/

Download Source Code Program Absensi Windows 7

Tutorial Video Penggunaan Program

%d blogger menyukai ini: