Iklan

Posts tagged ‘menanam hidroponik’

Cara menanam hidroponik untuk pemula


cara-menanam-hidroponik-untuk-pemula

Ilustrasi hidroponik. ©2017 info-hidroponik.com

Hidroponik menjadi cara menanam tanaman yang sedang naik daun. Cara ini digemari karena untuk menanam tumbuhan tidak lagi diperlukan tanah dan lahan yang luas. Dengan memakai cara menanam hidroponik, maka Anda tidak perlu lagi memusingkan diri akan menanam di mana, karena Anda bisa menanam di mana pun. Anda bisa menggunakan bahan bekas dan bisa menggantungkannya di tembok. Tidak hanya itu saja, media bertanam menggunakan air ini bisa mengasah kreativitas Anda untuk mengolah dan menciptakan media baru untuk bercocok tanam.

Dengan menanam memakai cara hidroponik, maka hasil panen akan lebih cepat. Namun Anda juga harus memperhatikan aspek lain yaitu; ketepatan dalam pemberian nutrisi, intensitas cahaya, dan juga suhu di sekitar tanaman tumbuh. Bagi Anda yang pemula, hal yang harus Anda perhatikan adalah air nutrisi yang benar-benar tepat dan dapat terserap dengan sempurna. Hal ini karena dengan memakai cara hidroponik, maka nutrisi yang didapatkan hanya melalui air nutrisi saja.

Bagi Anda pemula yang masih bingung dengan cara bertanam hidroponik, langsung saja simak di bawah ini.

Cara menanam hidroponik

Ada beberapa cara untuk melakukan bertanam hidroponik

1. Cara menanam hidroponik menggunakan NFT (Nutrient Film Technique)

Cara ini merupakan cara paling populer yang digunakan oleh banyak orang dalam mengaplikasikan cara menanam hidroponik.

Cara menanam :

  1. Siapkan beberapa pipa atau talang, dan pompa.
  2. Lubangi pipa sesuai dengan panjangnya. Pastikan jarak satu lubang dan lubang yang lain sama.
  3. Susun pipa atau talang yang dipersiapkan untuk menjadi tempat menanam tanaman.
  4. Siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah.
  5. Pasang pompa untuk mengalirkan air nutrisi agar alirannya maksimal
  6. Cara satu ini memiliki konsep dasar menanam akar tanamannya tumbuh pada bagian lapisan nutrisi yang tidak dalam dan menjaga sirkulasinya agar tanaman tetap mendapat nutrisi, oksigen, dan air secara baik dan tercukupi.

2. Cara menanam hidroponik menggunakan WICK

Cara kedua menanam hidroponik ini juga tidak kalah terkenal dengan cara pertama. Cara ini disukai karena pembuatannya yang mudah serta bahan-bahan yang mudah didapatkan serta murah. Bahkan Anda bisa menggunakan barang bekas.

Anda hanya perlu menyiapkan :

  1. Botol air mineral 1
  2. Alat pemotong
  3. Sumbu kompor atau kain flanel
  4. Alat untuk melubangi bisa berupa solder atau paku
  5. Air nutrisi

Cara membuat :

  1. Potong botol bekas menjadi 2 bagian.
  2. Lubangi tutup botol.
  3. Gabungkan ke dua bagian botol. Caranya adalah dengan membalik bagian moncong botol menghadap ke bawah.
  4. Pasang sumbu kompor atau kain flanel pada lubang di tutup botol, pastikan sumbu atau kain bisa menyerap air nutrisi.
  5. Tanam bibit tanaman pada bagian atas botol dengan tanah secukupnya.
  6. Isi bagian botol bawah dengan air nutrisi

Dengan memakai ke dua cara menanam sayuran dan cara menanam tumbuhan dengan cara hidroponik, Anda bisa menghemat tempat dan waktu untuk perawatan. Semoga bermanfaat. [mg2]

Sumber: Merdeka.com

Iklan

Merdeka dengan Sistem Otomasi Hidroponik


Merdeka dengan Sistem Otomasi Hidroponik

Sistem Otomasi Hidroponik

(UKWMS-14/8/2017) Ada banyak cara merayakan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 72 tahun ini, dua tim mahasiswa dan dosen dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) memilih untuk merayakannya dengan berkarya. Dua buah rangkaian Teknologi Tepat Guna (TTG) berhasil mereka inovasikan dengan memanfaatkan barang-barang bekas dan ilmu yang mereka dalami di Jurusan Teknik Elektro FT UKWMS. Adalah Maria Angela Kartika dengan karyanya Otomasi Sistem Hidroponik NFT dan Fandri Christanto dengan Mesin Pengering Otomatis Hemat Energi yang baru tanggal 12 Agustus 2017 kemarin meraih gelar juara 3 dan juara harapan pertama dalam Lomba Pengolahan Hasil Perikanan dan Teknologi Tepat Guna yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

“Belum pernah ada alat untuk mengendalikan sistem hidroponik yang otomatis menutrisi sayuran yang ditanam, sekaligus mengendalikan kadar nutrisi dalam air yang dipergunakan sesuai kebutuhan yang ditetapkan,” demikian terang Andrew Joewono ST., MT selaku dosen yang menelurkan ide yang lantas diwujudkan oleh Angela dalam karyanya tersebut. “Ya awalnya saya ingin menciptakan suatu alat yang bisa dimanfaatkan oleh orang tua saya saat pensiun nanti. Kalau sistemnya otomatis begini, kan lebih merdeka dari kerepotan bertani hidroponik yang pada umumnya,” tutur Angela yang menyelesaikan karyanya di bawah bimbingan Yuliati, S.Si., MT dan Drs. Peter R. Angka M.Kom tersebut.

Yuliati_Peter R Angka (Dosen Pembimbing) dan Angela saat memeragakan sistem otomasi hidroponik NFT

Selain demi orangtuanya, ide Angela ternyata juga bermula dari keprihatinan atas kurangnya lahan yang dapat digunakan untuk bercocok tanam di Surabaya. Berdasarkan sistem berlahan menggunakan Hidroponik, kelebihan dari mesin inovasinya adalah mampu diaplikasikan dengan lahan terbatas dan juga lebih hemat biaya listrik karena ada periode pompa. Ia berhasil memodifikasi sistem aliran air menggunakan dua tandon, dari bawah dipompa ke atas, sehingga ketika tandon atas sudah penuh secara otomatis pompa akan mati dan sistem dapat bekerja tanpa menarik daya listrik. “Kira-kira yang dihemat dalam konsumsi daya adalah 37,77 Kwh atau bila dirupiahkan dengan asumsi batas daya 1300VA kurang lebih adalah 55.000 Rupiah,” terang gadis kelahiran Malang tersebut. Mesin ini juga mampu untuk menyeimbangkan kadar nutrisi yang dibutuhkan tanaman dengan cara mengatur alat menggunakan sensor TDS (Total Dissolved Solid) sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Keunikan lain dari karya Angela adalah ia berhasil memanfaatkan beberapa barang bekas untuk membangun sistem tersebut. Tandon air yang dipergunakan adalah gentong plastik bekas bahan kue, selain itu rangka besi penunjang alat didapatkan dari beberapa tempat loak. Sebagai rangka ‘meja’ tanaman hidroponik sayuran berdaun yang ia tanam, Angela menggunakan beberapa batangan galvalum yang ia rakit sendiri. Setelah melalui proses coba salah berulang kali selama enam bulan, akhirnya jadilah serangkaian alat berdimensi panjang tiga meter kali lebar satu meter dengan tinggi dua meter. Alat tersebut ditunjang dengan sebuah ‘menara’ yang mengusung dua buah tandon air dengan sistem pemberi nutrisi di bagian tengahnya. (Red)

sumber: ukwms.ac.id

%d blogger menyukai ini: