Kanker dan Metode Pengobatannya


Mendengar penyakit Kanker tentunya menjadi sebuah berita yang sangat menakutkan dan menyedihkan bagi hampir semua orang. Penyakit ini tidak memilih orang yang akan menderitanya. Baik dari usia, jenis kelamin, kaya/miskin, ataupun yang lainnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pengobatan penyakit ini menjadi hal yang menakutkan bagi banyak orang karena dapat menguras apa yang dimiliki, bisa menjadikan orang yang kaya jadi miskin. Jenis penyakit kanker sendiri sangat beragam jenisnya dan kondisi masing-masing penderita sangat berbeda-beda.

Menurut data Globocan menyebutkan di tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian, dimana 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker. Data tersebut juga menyatakan 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan, meninggal karena kanker.

Angka kejadian penyakit kanker di Indonesia (136.2/100.000 penduduk) berada pada urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23. Angka kejadian tertinggi di Indonesia untuk laki laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk, yang diikuti dengan kanker hati sebesar 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk. Sedangkan angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk yang diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi tumor/kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Prevalensi kanker tertinggi adalah di provinsi DI Yogyakarta 4,86 per 1000 penduduk, diikuti Sumatera Barat 2,47 79 per 1000 penduduk dan Gorontalo 2,44 per 1000 penduduk.

(dikutip dari website depkes.go.id).

Ilustrasi kanker (dikutip dari http://www.herworld.co.id)

Diagnosis dan Stadium Kanker

Untuk mendiagnosis kanker, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Setelah itu, ada beberapa tes tambahan yang akan dilakukan dokter untuk memastikan diagnosa kanker, yaitu:

  • Tes laboratorium
    Tes laboratorium, seperti pemeriksaan darah dan urine, dapat dilakukan untuk memeriksa kelainan di dalam tubuh.
  • Tes pencitraan
    Tes ini dapat berupa pemeriksaan Rontgen, USG, CT scan, MRI, atau PET scan, untuk melihat kondisi organ yang bermasalah.
  • Biopsi
    Pada prosedur ini, dokter akan mengambil sampel jaringan tubuh pasien yang diduga mengalami kanker. Biopsi merupakan pemeriksaan yang paling akurat untuk menentukan apakah seseorang terkena kanker atau tidak.

(dikutip dari http://www.alodokter.com)

Halodoc, Jakarta – Kanker adalah keganasan yang perlu mendapatkan penanganan medis segera. Sebab jika dibiarkan tanpa penanganan, kanker bisa menyebar ke organ lain (metastasis) dan mengancam nyawa. Ada banyak pilihan pengobatan kanker yang disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahannya, dan kondisi kesehatan secara menyeluruh. Lantas, apa saja jenis dan pilihan pengobatan kanker yang bisa dilakukan?

Baca Juga: Harus Tahu, Bedanya Kanker dan Tumor

Tiga Jenis Pengobatan Kanker

Pengobatan dilakukan untuk mengobati kanker dan memastikan pengidapnya bisa hidup normal. Jika kanker yang dialami tidak bisa disembuhkan, ada pengobatan yang dilakukan untuk menghambat perkembangan sel kanker dan mencegah penyebaran sel kanker ke organ tubuh lain.

  • Pengobatan primer, bertujuan mengangkat atau menghancurkan sel kanker dalam tubuh. Banyak penanganan medis yang dilakukan pada tipe pengobatan ini, tapi sebagian besar kasus kanker diobati dengan operasi. Jika jenis kanker yang dialami sensitif terhadap kemoterapi dan radiasi, tindakan operasi bisa menjadi pilihan utama pengobatan kanker.
  • Terapi adjuvan, bertujuan menghancurkan sel kanker yang masih tersisa pada pengobatan primer, sehingga mengurangi kemungkinan sel kanker tumbuh kembali. Pengobatan ini terdiri dari kemoterapi, radiasi, dan terapi hormon.
  • Perawatan paliatif, bertujuan untuk mengurangi efek samping dari pengobatan kanker. Jenis perawatan ini terdiri dari operasi, radiasi, kemoterapi, dan terapi hormon.

(dikutip dari http://www.halodoc.com)

Biaya Pengobatan Saat Ini

Kemoterapi

Untuk kemoterapi rata-rata penderita kanker membutuhkan 12 hingga 24 kali kemoterapi untuk membasmi sel kankernya. Adapun biaya yang dibutuhkan untuk tiap kali melakukan tindakan adalah Rp. 2.000.000,-.

Radioterapi

Radioterapi memiliki beberapa efek samping, tergantung pada bagian mana terapi tersebut dilakukan. Jumlah tindakan yang harus dilakukan juga tergantung pada kondisi pasien. Rata-rata tindakan radioterapi membutuhkan dana sebesar Rp. 20.000.000,-.

Operasi

Biaya yang dibutuhkan kurang lebih adalah Rp. 40.000.000,- hingga Rp. 50.000.000,-.

Cryosurgery

Biaya yang dibutuhkan untuk cryosurgery cukup tinggi, yakni mencapai Rp. 20.000.000,- per tindakan. Seberapa sering tindakan dilakukan kembali disesuaikan dengan kondisi pasien.

(dikutip dari http://www.pfimegalife.co.id)

Metode pengobatan kanker diatas adalah metode yang umum dilakukan saat ini.

Selain metode pengobatan diatas, ada juga metode pengobatan secara fisika. dimana metode ini menggunakan prinsip pemanfaatan medan listrik yang dimanfaatkan untuk mematikan sel kanker yang sedang membelah. Dengan prinsip ini, maka tingkat pembelahan sel kanker yang cepat akan dapat dikurangi dan bahkan dapat dimatikan secara perlahan. Salah satu metode yang menggunakan metode ini adalah ECCT hasil riset C-techlabs pimpinan Dr. Warsito.

ECCT (Electro-Capacitive Cancer Therapy) dikembangkan sejak 2012 sampai saat ini dan telah dimanfaatkan diberbagai negara seperti: Jepang, Turki, Polandia, dan lain-lain.

Untuk tahu lebih lanjut tentang terapi ECCT ini dapat hubungi call center di 021 293 15015 atau bisa langsung datang ke kantor riset di Alam Sutera, Tangerang Selatan dilokasi

Membuat Colormap Pada Visual Basic 6 (VB6)


Color map adalah salah satu cara penyajian sebaran data dalam bentuk sebaran visual. Dengan menggambarkan sebaran data dalam gradasi warna akan lebih mudah dalam menganalisis sebaran data dalam bentuk ruang. Sebaran data akan dapat dengan cepat diketahui dan dianalisa secara spasial.

Sebuah angka dapat dikonversikan ke dalam range data dengan mewakilkan kedalam sebuah warna yang diketahui nilai maksimum dan minimum range tersebut. Banyak sekali tipe color map, dengan menggunakan VB 6 dapat dibuat dengan memetakan nilai kedalam warna dengan kombinasi dari warna utama RGB.

contoh script yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

Dim clr As OLE_COLOR

‘ Map a value to a rainbow color.
Private Function MapRainbowColor(ByVal value As Single, ByVal red_value As Single, ByVal blue_value As Single) As OLE_COLOR
Dim int_value As Integer

‘ Convert into a value between 0 and 1023.
int_value = Int(1023 * (value – red_value) / (blue_value – red_value))

‘ Map different color bands.
If (int_value < 256) Then
‘ Red to yellow. (255, 0, 0) to (255, 255, 0).
MapRainbowColor = RGB(255, int_value, 0)
ElseIf (int_value < 512) Then
‘ Yellow to green. (255, 255, 0) to (0, 255, 0).
int_value = int_value – 256
MapRainbowColor = RGB(255 – int_value, 255, 0)
ElseIf (int_value < 768) Then
‘ Green to aqua. (0, 255, 0) to (0, 255, 255).
int_value = int_value – 512
MapRainbowColor = RGB(0, 255, int_value)
Else
‘ Aqua to blue. (0, 255, 255) to (0, 0, 255).
int_value = int_value – 768
MapRainbowColor = RGB(0, 255 – int_value, 255)
End If
End Function

Source code lengkap dapat didownload disini.

Untuk Sour Code Lengkap sebagai berikut:

Dim clr As OLE_COLOR

‘ Map a value to a rainbow color.
Private Function MapRainbowColor(ByVal value As Single, ByVal red_value As Single, ByVal blue_value As Single) As OLE_COLOR
Dim int_value As Integer

‘ Convert into a value between 0 and 1023.
int_value = Int(1023 * (value – red_value) / (blue_value – red_value))

‘ Map different color bands.
If (int_value < 256) Then
‘ Red to yellow. (255, 0, 0) to (255, 255, 0).
MapRainbowColor = RGB(255, int_value, 0)
ElseIf (int_value < 512) Then
‘ Yellow to green. (255, 255, 0) to (0, 255, 0).
int_value = int_value – 256
MapRainbowColor = RGB(255 – int_value, 255, 0)
ElseIf (int_value < 768) Then
‘ Green to aqua. (0, 255, 0) to (0, 255, 255).
int_value = int_value – 512
MapRainbowColor = RGB(0, 255, int_value)
Else
‘ Aqua to blue. (0, 255, 255) to (0, 0, 255).
int_value = int_value – 768
MapRainbowColor = RGB(0, 255 – int_value, 255)
End If
End Function

Private Sub Form_Load()
VScroll1.value = 0
VScroll1.Max = Val(Text1.Text)
VScroll1.Min = Val(Text2.Text)
VScroll1_Change
End Sub

Private Sub Text1_Change()
VScroll1.Max = Val(Text1.Text)

End Sub

Private Sub Text2_Change()
VScroll1.Min = Val(Text2.Text)
End Sub

Private Sub VScroll1_Change()
VScroll1.Max = Val(Text1.Text)
VScroll1.Min = Val(Text2.Text)

Label3.Caption = VScroll1.value
clr = MapRainbowColor(VScroll1.value, Val(Text2.Text), Val(Text1.Text))
Picture1.BackColor = clr
End Sub

Komunikasi Hantek 6022BE dengan VB6


Hantek6002BE Series

DSO6022BE

DSO 6022BE

DSO Hantek 6022BE merupakan salah satu DSO dengan bandwidth: 20MHz-200MHz dan Sample Rate: 250MSa/s; Produk ini sudah memiliki desain casing yang bagus dan ergonomis, tidak hanya kuat dan bagus tetapi juga memiliki nilai resistansi terhadap panas yang bagus.  Sudah menggunakan interface standar USBXI (TM) , sangat mudah dihubungkan dengan instrumen lain melalui port USB.

Di marketplace loka produk ini diharga mulai dari harga 1 jutaan. Dan cukup handal digunakan dalam proyek elektronika yang akan dilakukan.

Contoh SDK menggunakan VB 6 dapat diunduh disini.

Referensi:

Desain SPI Untuk Display Dot Matrix LED


Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya.

Prinsip Kerja SPI

Gambar di bawah ini menunjukkan prinsip kerja SPI.

Skema Konsep Cara Kerja SPI
Untuk berkomunikasi, SPI master dan SPI slave masing-masing memiliki shift register yang saling terhubung satu dengan yang lain melalui jalur signal MOSI (master-out-slave-in) dan MISO (master-in-slave-out).

Master dan Slave saling bertukar data dengan menumpangkan data ke shift register dan memberikan sinyal clock melalui jalur sinyal SCK.

Perangkat SPI slave dapat dibuat dengan sebuah rangkaian yang sederhana. Port Serial-in/Parallel-out atau Parallel-in/Serial-out yang biasanya terdiri dari pin kontrol SCK dan SS, shift register dan Latch..

Menghubungkan HC595 Pada SPI

74HC595 memiliki 8-bit shift register dan didalamnya terdapat 8-bit latch, yang cocok untuk mengkonversi dari input serial ke output parallel (lihat blok gambar). Shift register dan latch adalah sinkron terhadap clock sirkuit logik yang independen, dan masing-masingnya beroperasi pada transisi negatif ke positif (positive edge). Clear input dan pengunci keluaran (output enable ) didesain untuk bekerja secara asinkron. Untuk lebih jelasnya, silakan merujuk pada gambar berikut.

Diagram Blok 74HC595

74HC595 state transition table

Input Operation
SER SRCLK /CLR RCLK /OE
X X X X H Qa … Qh pins are in 3-state
X X X X L Qa … Qh pins are driven to the latched value
X X L X X Clear shift register bits
L H X X Shift, with the first bit as 0
H H X X Shift, with the first bit as 1
X X X X Latch shift register bits

Dengan memperhatikan diagram waktu di atas, kita dapat mendesain rangkaian dan setting seperti berikut.

Pertama, bisa kita lihat pada MOSI, master output. Clock HC595 dengan sisi transisi ke positif. Saat bit data

First, let’s see MOSI, the master output. HC595 clocks with a positive edge of shift clock. When a new bit value is set up on the serial input and a positive edge comes in, HC595 takes the bit value into its shift register. Therefore if you connect MOSI to SER input and SCK to SRCLK, you should make its clock settings like

  • Falling edge as leading edge: Setup of MOSI connected to SER.
  • Rising edge as trailing edge: Shift HC595’s shift register

Next, after HC595’s shift register sequentially takes in 8 bits, you should set the latch clock signal to high so that HC595 can capture the shift register bits into the latch logic. The usual design of /SS line (High = “inactive”, Low = “selected”) will work fine if it is connected to RCLK clock input. Note that this setting will give the first bit value to Qh output, and the last bit value to Qa output, meaning “Qh = MSB / Qa = LSB” if MSB is sent out first.


HC595 timing diagram

From that consideration, the following connection between ATmega88 SPI and HC595 will form an 8-bit SPI parallel output.


AVR SPI and HC595 wiring (8 bit)

You should set up AVR(ATmega) SPI like,

  • Clock mode: Mode 3 (leading edge is falling: latch, trailing edge is rising: shift)
  • SPI master operation, /SS as output
  • Data order: MSB first (this depends on your situation. either order will work)

Remember that you need to control the /SS pin by software, just like normal port pins. In AVR SPI master operation with /SS set as output, /SS has nothing to do with SPI master behavior. Even you can use other port pin for the same purpose.

You can increase the number of output bits to 16 bits or 24 bits by a series connection of HC595’s, between each HC595’s serial outputs (Qh’) and next serial inputs (SER). (See the following diagram, or target schematic shown later)


AVR SPI and HC595 wiring (16 bit)

Membangkitkan Dan Menampilkan Gelombang Multi Frekuensi Pada Matlab


Contoh berikut adalah bagaimana membuat sebuah gelombang dengan nilai frekuensi yang berbeda-beda kemudian digabungkan menjadi sebuah sinyal multifrekuensi.

close all;
clear;
a=1; %amplitudo
%—-(<7Hz), 8-12 Hz, 12-44Hz dan tinggi (>44Hz).
f1=3; % frekuensi
f2=9;
f3=25;
f4=60;
f5=150;
Fs = 80; % Sampling frequency
Fs = f5*20;
Fs=1000;
T = 1/Fs; % Sample time
L1 = 5000; % Panjang gelombang
t = (0:L1-1)*T; % Time vector
t=0:0.001:1;
t=(1:1000)*T;
x1 = a*sin(2*pi*f1*t);
x2 = a*sin(2*pi*f2*t);
x3 = a*sin(2*pi*f3*t);
x4 = a*sin(2*pi*f4*t);
x5 = a*sin(2*pi*f5*t);
x_all=x1+x2+x3+x4+x5;

figure;
subplot(3,2,1);
plot(x1);
title([‘Gelombang Sine x1 (freq=’ num2str(f1) ‘)’] )
xlabel(‘time (seconds)’)
ylabel(‘Amplitudo (Volt)’)

subplot(3,2,2);
plot(x2);
title([‘Gelombang Sine x2 (freq=’ num2str(f2) ‘)’])
xlabel(‘time (seconds)’)
ylabel(‘Amplitudo (Volt)’)

subplot(3,2,3);
plot(x3);
title([‘Gelombang Sine x3(freq=’ num2str(f3) ‘)’])
xlabel(‘time (seconds)’)
ylabel(‘Amplitudo (Volt)’)

subplot(3,2,4);
plot(x4);
title([‘Gelombang Sine x4 (freq=’ num2str(f4) ‘)’])
xlabel(‘time (seconds)’)
ylabel(‘Amplitudo (Volt)’)

subplot(3,2,5);
plot(x5);
title([‘Gelombang Sine x5 (freq=’ num2str(f5) ‘)’])
xlabel(‘time (seconds)’)
ylabel(‘Amplitudo (Volt)’)

subplot(3,2,6);
plot(x_all);
title(‘Gelombang Sine x1+x2+x3+x4+x5’)
xlabel(‘time (seconds)’)
ylabel(‘Amplitudo (Volt)’)

Pertama dibuat sebuah gelombang dengan frekuensi 3Hz. Dengan fungsi:

a=1; %amplitudo

f1=3; % frekuensi

Fs = 80; % Sampling frequency
Fs = f5*20;
Fs=1000;
T = 1/Fs; % Sample time
L1 = 5000; % Panjang gelombang
t = (0:L1-1)*T; % Time vector
t=(1:1000)*T;
x1 = a*sin(2*pi*f1*t);

figure;
subplot(3,2,1);
plot(x1);
title([‘Gelombang Sine x1 (freq=’ num2str(f1) ‘)’] )
xlabel(‘time (seconds)’)
ylabel(‘Amplitudo (Volt)’)

Selanjutnya untuk gelombang frekuensi 9Hz:

x2 = a*sin(2*pi*f2*t);

subplot(3,2,2);
plot(x2);
title([‘Gelombang Sine x2 (freq=’ num2str(f2) ‘)’])
xlabel(‘time (seconds)’)
ylabel(‘Amplitudo (Volt)’)

Gelombang dengan frekuensi 25Hz dibuat dengan script:

x3 = a*sin(2*pi*f3*t);

subplot(3,2,3);
plot(x3);
title([‘Gelombang Sine x3(freq=’ num2str(f3) ‘)’])
xlabel(‘time (seconds)’)
ylabel(‘Amplitudo (Volt)’)

Gelombang dengan frekuensi 60Hz:

f4=60;

x4 = a*sin(2*pi*f4*t);

subplot(3,2,4);
plot(x4);
title([‘Gelombang Sine x4 (freq=’ num2str(f4) ‘)’])
xlabel(‘time (seconds)’)
ylabel(‘Amplitudo (Volt)’)

Gelobang frekuensi 150Hz:

f5=150;

x5 = a*sin(2*pi*f5*t);

subplot(3,2,5);
plot(x5);
title([‘Gelombang Sine x5 (freq=’ num2str(f5) ‘)’])
xlabel(‘time (seconds)’)
ylabel(‘Amplitudo (Volt)’)

Dan untuk membuat gelombang dengan komposisi dari frekuensi 3Hz, 9Hz, 25Hz, 60Hz dan 150Hz adalah dengan cara menambahkan masing-masing gelombang menjadi satu gelombang:

x_all=x1+x2+x3+x4+x5;

subplot(3,2,6);
plot(x_all);
title(‘Gelombang Sine x1+x2+x3+x4+x5’)
xlabel(‘time (seconds)’)
ylabel(‘Amplitudo (Volt)’)

Demikian semoga bermanfaat.

 

 

Membuat Dan Menampilkan Gelombang Pada Matlab


Tulisan ini mencoba untuk memberikan contoh bagaimana membuat sebuah gelombang menggunakan script Matlab. Gelombang dapat digunakan untuk melakukan simulasi analisis sinyal pada proses selanjutnya.

Gelombang yang dibuat dapat dipilih antara gelombang periodik atau gelombang aperiodik.

Gelombang Periodik

Gelombang periodik dapat berupa gelombang sinus, cosinus, gigi gergaji ataupun gelombang kotak. Periode gelombang juga dapat diatur sesuai kebutuhan sehingga dapat dibuat gelombang dengan banyak variasi gelombang .

Berikut adalah sebuah contoh script untuk membangkitkan gelombang gigi gergaji dan gelombang kotak.

fs = 10000;
t = 0:1/fs:1.5;
x1 = sawtooth(2*pi*50*t);
x2 = square(2*pi*50*t);
subplot(2,1,1)
plot(t,x1)
axis([0 0.2 -1.2 1.2])
xlabel('Time (sec)')
ylabel('Amplitude') 
title('Sawtooth Periodic Wave')
subplot(2,1,2)
plot(t,x2)
axis([0 0.2 -1.2 1.2])
xlabel('Time (sec)')
ylabel('Amplitude')
title('Square Periodic Wave')

Gelombang Gigi Gergaji dan Kotak

Gelombang Aperiodik

Sedangkan untuk membuat sebuah gelombang Aperiodik bisa menggunakan contoh berikut:

fs = 10000;
t = -1:1/fs:1;
x1 = tripuls(t,20e-3);
x2 = rectpuls(t,20e-3);
subplot(2,1,1)
plot(t,x1)
axis([-0.1 0.1 -0.2 1.2])
xlabel('Time (sec)')
ylabel('Amplitude')
title('Triangular Aperiodic Pulse')
subplot(2,1,2)
plot(t,x2)
axis([-0.1 0.1 -0.2 1.2])
xlabel('Time (sec)')
ylabel('Amplitude')
title('Rectangular Aperiodic Pulse')

Sinyal Aperiodik

Untuk membuat gelombang pulsa misalnya pulsa Gauss atau  gelombang fungsi sinus adalah sebagai berikut:

tc = gauspuls(‘cutoff’,50e3,0.6,[],-40);
t1 = -tc : 1e-6 : tc;
y1 = gauspuls(t1,50e3,0.6);
t2 = linspace(-5,5);
y2 = sinc(t2);
subplot(2,1,1)
plot(t1*1e3,y1)
xlabel(‘Time (ms)’)
ylabel(‘Amplitude’)
title(‘Gaussian Pulse’)
subplot(2,1,2)
plot(t2,y2)
xlabel(‘Time (sec)’)
ylabel(‘Amplitude’)
title(‘Sinc Function’)

 

Referensi:

Signal Generation and Visualization

IoT: Apa itu Internet of Things (IoT)


Seiring dengan bergulirnya revolusi baru yaitu revolusi industri 4.0 sebagai akibat semakin berkembangnya teknologi. Semakin majunya teknologi semikonduktor yang mampu menyajikan sebuah chip yang semakin kecil dan dapat memproses semakin banyak perintah, maka kecepatan internet menjadi salah satu imbasnya. Selain itu semakin berkembangnya teknologi IC pemroses yang semakin mendominasi perangkat elektronik disekitar kita.

Saat ini semakin banyak perangkat elektronik yang dilengkapi kemampuan berkomunikasi antara peralatan (device) tanpa campur tangan manusia lagi. Hal inilah yang yang memicu bergulirnya revolusi industri 4.0. Perangkat elektronik ini biasa disebut perangkat yang sudah kompatibel dengan teknologi Internet of Things (IoT).

Kemudian, apakah yang disebut dengan Internet of Things (IoT)?

Internet of Things (IoT)

IoT khoahocthoidai.vn

sumber: khoahocthoidai.vn

Banyak sekali pengertian ataupun penjelasan tentang apa itu Internet of Things (IoT) tetapi semuanya ingin menjelaskan melalui pendekatan yang sesuai dengan konteksnya. Semua ingin menjelaskan apakah Internet of Things? Dari dua kata tersebut, kita dapat mengingat secara mudah konsepnya yaitu internet dan things. Jadi IoT adalah konsep yang menggambarkan dimana dua device atau lebih dapat berkomunikasi satu sama lainnya melalui sebuah jaringan/internet tanpa adanya interaksi manusia.  Biasanya IoT identik dengan konsep machine-to-machine (M2M).

Aplikasi dari IoT banyak sekali, bahkan saat ini perusahaan-perusahaan besar sudah mulai menyiapkan produknya untuk membanjiri pasar, bersaing untuk memperebutkan potensi kapitalisasi pasar yang akan semakin meningkat dari tahun ke tahun dimasa mendatang sebelum digantikan oleh yang baru. Tidak hanya perusahaan yang memiliki fokus pada hardware, tetapi sampai pada perusahaan yang awalnya berbasis software seperti google turut ambil bagian pada perkembangan ini. Dimanakah Anda dan saya saat itu?

Pada saat ini kita berada pada fase dimana IoT sedang pada masa trend naik memuncak, dimana saat ini dalam sebuah produk identik dengan adanya sensor, prosesor, software dan konektivitas yang menyatu. Biasanya produk ini akan memanfaatkan koneksi internet untuk menghubungkan device dengan suatu tempat penyimpanan yang biasnaya adalah cloud.  Dengan banyaknya data yang dikumpulkan akan menumbuhkan peluang analisis data, cloud storage, dan pemanfaatan data lainnya. Dan tidak menutup kemungkinan juga privasi setiap orang akan semakin terbuka.

Pemanfaatan teknologi yang sedang pesat saat ini jika kita dapat menyesuaikan dengan kebutuhan kita, maka nilai tambah yang sangat signifikan akan dapat kita capai. Banyak inovasi yang mungkin muncul dengan dukungan IoT, efisiensi cost, waktu dan lainnya juga nilai plus yang mungkin kita dapatkan. Selain masalah lain adalah masalah keamanan/security.

Demikian, semoga bermanfaat.

Referensi:

Mari Mengenal Apa itu Internet of Thing (IoT)

Mengenal Internet of Thing

 

%d blogger menyukai ini: