Virtual Environtment NVIDIA Jetson Nano


Set up Python virtual environments on your Jetson Nano

Tools for managing virtual environments, virtualenv and virtualenvwrapper:

sudo pip install virtualenv virtualenvwrapper

The virtualenvwrapper tool is not fully installed until you add information to your bash profile. Go ahead and open up your ~/.bashrc with the nano editor:

nano ~/.bashrc

And then insert the following at the bottom of the file:

# virtualenv and virtualenvwrapper
export WORKON_HOME=$HOME/.virtualenvs
export VIRTUALENVWRAPPER_PYTHON=/usr/bin/python3
source /usr/local/bin/virtualenvwrapper.sh

Save and exit the file using the keyboard shortcuts shown at the bottom of the nano editor, and then load the bash profile to finish the virtualenvwrapper installation:

source ~/.bashrc

Create your ‘py3cv4’ virtual environment

The virtualenvwrapper tool provides the following commands to work with virtual environments:

  • mkvirtualenv: Create a Python virtual environment
  • lsvirtualenv: List virtual environments installed on your system
  • rmvirtualenv: Remove a virtual environment
  • workon: Activate a Python virtual environment
  • deactivate: Exits the virtual environment taking you back to your system environment

create a Python virtual environment on our Nano:

mkvirtualenv py3cv4 -p python3

sumber: https://www.pyimagesearch.com/2020/03/25/how-to-configure-your-nvidia-jetson-nano-for-computer-vision-and-deep-learning/

https://www.petanikode.com/python-virtualenv/

Install PyTorch Pada Nvidia Jetson Nano


Ikuti langkah berikut, ketik pertintah di Terminal:

masuk ke virtual environtment python yang akan digunakan dengan:

$ workon deep_learning

> Python 3.6

wget https://nvidia.box.com/shared/static/cs3xn3td6sfgtene6jdvsxlr366m2dhq.whl -O torch-1.7.0-cp36-cp36m-linux_aarch64.whl
sudo apt-get install python3-pip libopenblas-base libopenmpi-dev 
pip3 install Cython
pip3 install numpy torch-1.7.0-cp36-cp36m-linux_aarch64.whl

> torchvision

sudo apt-get install libjpeg-dev zlib1g-dev libpython3-dev libavcodec-dev libavformat-dev libswscale-dev
git clone --branch <version> https://github.com/pytorch/vision torchvision   # see below for version of torchvision to download
cd torchvision
export BUILD_VERSION=0.x.0  # where 0.x.0 is the torchvision version  
sudo python setup.py install     # use python3 if installing for Python 3.6
cd ../  # attempting to load torchvision from build dir will result in import error
pip install 'pillow<7' # always needed for Python 2.7, not needed torchvision v0.5.0+ with Python 3.6

Untuk memverifikasi hasil instalasi:

import torch
x = torch.rand(5, 3)
print(x)

output akan seperti berikut:

tensor([[0.3380, 0.3845, 0.3217],
        [0.8337, 0.9050, 0.2650],
        [0.2979, 0.7141, 0.9069],
        [0.1449, 0.1132, 0.1375],
        [0.4675, 0.3947, 0.1426]])

Sumber:

https://forums.developer.nvidia.com/t/pytorch-for-jetson-version-1-7-0-now-available/72048

https://zhangtemplar.github.io/pytorch/

Tips dan Trick Pada Nvidia Jetson Nano


PyCharm untuk Jetson Nano

Tinggal install Java 8 Development Kit, download dan unpack PyCharm terbaru untuk Linux dan run seperti di OS distro Linux lainnya:

sudo apt-get install openjdk-8-jdk
wget https://download.jetbrains.com/python/pycharm-community-2019.1.2.tar.gz
tar xvzf pycharm-community-2019.1.2.tar.gz
pycharm-community-2019.1.2/bin/pycharm.sh

Menambah Memori

Jetson Nano hanya memiliki RAM sebesar 4GB, agar dapat dengan lancar melakukan proses instalasi dan mencompile dlib, maka kita harus menambah memori dengan membuat swapfile. Kita bisa membuat tambahan ekstra memori dengan membuat swapfile pada Jetson Nano, dengan menjalankan dua baris perintah berikut:

git clone https://github.com/JetsonHacksNano/installSwapfile
./installSwapfile/installSwapfile.sh

Kita perlu mereboot Jetson Nano untuk memastikan swapfile berjalan.

Setelah Jetson Nano selesai booting, buka Terminal

Mengkonfigurasi Environtment Python

Kita akan membuat Python virtual environments untuk membuat enviroment Python kita independen dan terpisah dari setiap project.

Untuk mengatur virtual environments Python, kita bisa menggunakan virtualenv dan virtualenvwrapper dimana untuk menginstalnya kita bisa menggunakan perintah bertikut:

$ sudo pip install virtualenv virtualenvwrapper

Untuk masuk ke virtual enirontment yang telah kita buat dengan perintah:

$ workon deep_learning

Kemudian kita perlu mengedit file ~/.bashrc. Kita bisa menggunakan nano untuk mengeditnya (untuk menginstall nano bisa dilakukan pada bagian installasi nano). Ketika perintah berikut:

$ nano ~/.bashrc

Scroll ke bagian paling bawah file ~/.bashrc dan tambahkan baris berikut:

# virtualenv and virtualenvwrapper
export WORKON_HOME=$HOME/.virtualenvs
export VIRTUALENVWRAPPER_PYTHON=/usr/bin/python3
source /usr/local/bin/virtualenvwrapper.sh

setelah menambahkan simpan dan keluar dari file.

Selanjutnya kita perlu meload ulang dengan menggunakan perintah:

$ source ~/.bashrc

Kita dapat membuat virtual environment Python dengan perintah mkvirtualenv  — kita bisa menamai virtual environment deep_learning, atau dapat dengan nama yang lain:

$ mkvirtualenv deep_learning -p python3

Install Nano

Untuk menginstall Nano editor, buka Terminal dan ketik perintah berikut:

sudo apt install nano

Menambah Swap File

Secara default jetson nano memiliki memori 2GB, namun ini biasanya kurang saat menginstall beberapa package. Untuk menambahkan memori, ketik command berikut di Terminal:

sudo apt-get install zram-config

Untuk menambahkan menjadi 4GB dengan mengubah konfigurasi di file. Dengan mengetik perintah berikut di Terminal:

sudo gedit /usr/bin/init-zram-swapping

Replace pada baris berikut:
mem=$(((totalmem / 2 / ${NRDEVICES}) * 1024))

menjadi:

mem=$(((totalmem / ${NRDEVICES}) * 1024))

Selanjutnya reboot jetson nano.

Install Visual Studio Code Di Jetson Nano

Download dari link berikut: https://github.com/JetsonHacksNano/installVSCode

kemudian buka Terminal dan ketik perintah berikut:

$ ./installVSCode.sh

Install Django

Untuk menginstall, kita masuk ke virtual environtment tujuan dengan menggunakan perintah:

$ workon deep_learning

Untuk menginstall django, dengan perintah:

python3 -m pip install Django

Install Onvif

Untuk menginstall Onvif, download source berikut dan ekstrak https://github.com/FalkTannhaeuser/python-onvif-zeep

kemudian buka di Terminal dan ketik perintah berikut:

python setup.py install

Referensi:

https://github.com/FalkTannhaeuser/python-onvif-zeep

https://docs.djangoproject.com/en/3.1/topics/install/

https://github.com/JetsonHacksNano/installVSCode

Tips and tricks for the Nvidia Jetson Nano

Lihat di Medium.com

Error-error [Jetson Nano]


Error: ModuleNotFoundError: No module named ‘jetson’

it doesn’t look like you cloned the python branch. It is still in development, so for now clone it like this:

$ git clone -b python https://github.com/dusty-nv/jetson-inference

source: https://github.com/dusty-nv/jetson-inference/issues/342

Install Visual Studio (VS) code IDE Pada Nvidia Jetson Nano


Instruksi

Dengan menggunakan perintah berikut:

sudo git clone https://github.com/JetsonHacksNano/installVSCode.git

cd installVSCode/

sudo ./installVSCode.sh

Klik pada ‘Search your computer’ (icon hijau) dan cari dengan mengetik “vs” kemudian klik.

Tulis ulang dari: https://brisbaneroboticsclub.id.au/install-vs-code-ide-to-nvidia-nano/

References

https://code.headmelted.com/

https://github.com/JetsonHacksNano/installVSCode

Hello AI World NVDIA Jetson


Berikut adalah testing untuk menggunakan jetson nano:

Building the Project from Source




$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install git cmake libpython3-dev python3-numpy
$ git clone --recursive https://github.com/dusty-nv/jetson-inference
$ cd jetson-inference
$ mkdir build
$ cd build
$ cmake ../
$ make -j$(nproc)
$ sudo make install
$ sudo ldconfig

Cloning the Repo

$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install git cmake
$ git clone https://github.com/dusty-nv/jetson-inference
$ cd jetson-inference
$ git submodule update --init

Configuring with CMake

$ cd jetson-inference    # omit if working directory is already jetson-inference/ from above
$ mkdir build
$ cd build
$ cmake ../

To run the Model Downloader tool again later, you can use the following commands:

$ cd jetson-inference/tools
$ ./download-models.sh

After building the project, make sure your terminal is located in the aarch64/bin directory:

$ cd jetson-inference/build/aarch64/bin

Running the Live Camera Detection Demo

$ ./detectnet.py csi://0                 # MIPI CSI camera
$ ./detectnet.py /dev/video0             # V4L2 camera
$ ./detectnet.py /dev/video0 output.mp4  # save to video file

Visualization

Source: https://github.com/dusty-nv/jetson-inference/blob/master/docs/building-repo-2.md

Virus Corona: 3 Fatwa Kibar Ulama Arab Saudi Tentang Shalat Jumat dan Jamaah di Masjid


Menyikapi penyebaran virus Corona, Haiyah Kibar UIama (Dewan Ulama Senior) Arab Saudi pada hari Kamis (12/3), mengeluarkan fatwa tentang keringanan tidak melaksanakan shalat Jum’at dan berjamaah di masjid.

Beberapa fatwa ini merupakan hasil Sidang Luar Biasa yang ke-24 yang dilangsungkan di Riyadh, pada Rabu (11/3) kemarin.

“Setelah membahas tentang ketentuan Syariah Islam, tujuan dan aturannya, serta memperhatikan perkataan ulama tentang masalah ini,” Dewan Ulama Senior Arab Saudi, menyampaikan hal-hal berikut ini:

Pertama, Diharamkan kepada penderita penyakit virus corona untuk menghadiri shalat Jum’at dan jemaah di masjid. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَا يُورِدُ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ – رواه مسلم

“Jangan campurkan (onta) yang sakit ke dalam (onta) yang sehat.” [HR Muslim].

Dan juga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا سَمِعْتُمُ الطَّاعُونَ بِأَرْضٍ، فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأرْضٍ، وأنْتُمْ فِيهَا، فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا. متفق عَلَيْهِ

Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Kedua, wajib hukumnya mengikuti peraturan yang telah dikeluarkan oleh pihak yang berwenang yang telah memutuskan untuk mengisolasi penderita penyakit menular.

Maka yang telah diisolir, boleh meninggalkan shalat jum’at dan berjemaah di masjid, kemudian melaksanakan shalat-shalatnya di rumah atau di tempat di mana dia diasingkan.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Al-Syuraid bin Suwaid ats- Tsaqafi, radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antara mereka menderita kusta. Saat tiba delegasi dari Kabilah Tsaqif untuk berba’iat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antara mereka menderita kusta. Maka Rasulullah bersabda: “Kembalilah, Aku telah membaiatmu.” (HR. Muslim).

Ketiga, Bagi siapa yang kuatir bisa membahayakan atau menyakiti orang lain, maka dia diperbolehkan untuk tidak melaksanakan shalat Jumat dan berjamaah.

Berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

“Tidak ada bahaya dan tidak membuat bahaya.” (HR. Ibnu Majah).

Maka, jika tidak dapat melaksanakan shalat Jumat, diganti dengan shalat Dzuhur empat raka’at.

Kibar Ulama Saudi kembali mengingatkan agar “mematuhi instruksi, arahan, dan peraturan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.” riyadh, arb

sumber: https://saudinesia.com

 

Kanker dan Metode Pengobatannya


Mendengar penyakit Kanker tentunya menjadi sebuah berita yang sangat menakutkan dan menyedihkan bagi hampir semua orang. Penyakit ini tidak memilih orang yang akan menderitanya. Baik dari usia, jenis kelamin, kaya/miskin, ataupun yang lainnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pengobatan penyakit ini menjadi hal yang menakutkan bagi banyak orang karena dapat menguras apa yang dimiliki, bisa menjadikan orang yang kaya jadi miskin. Jenis penyakit kanker sendiri sangat beragam jenisnya dan kondisi masing-masing penderita sangat berbeda-beda.

Menurut data Globocan menyebutkan di tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian, dimana 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker. Data tersebut juga menyatakan 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan, meninggal karena kanker.

Angka kejadian penyakit kanker di Indonesia (136.2/100.000 penduduk) berada pada urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23. Angka kejadian tertinggi di Indonesia untuk laki laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk, yang diikuti dengan kanker hati sebesar 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk. Sedangkan angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk yang diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi tumor/kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Prevalensi kanker tertinggi adalah di provinsi DI Yogyakarta 4,86 per 1000 penduduk, diikuti Sumatera Barat 2,47 79 per 1000 penduduk dan Gorontalo 2,44 per 1000 penduduk.

(dikutip dari website depkes.go.id).

Ilustrasi kanker (dikutip dari http://www.herworld.co.id)

Diagnosis dan Stadium Kanker

Untuk mendiagnosis kanker, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Setelah itu, ada beberapa tes tambahan yang akan dilakukan dokter untuk memastikan diagnosa kanker, yaitu:

  • Tes laboratorium
    Tes laboratorium, seperti pemeriksaan darah dan urine, dapat dilakukan untuk memeriksa kelainan di dalam tubuh.
  • Tes pencitraan
    Tes ini dapat berupa pemeriksaan Rontgen, USG, CT scan, MRI, atau PET scan, untuk melihat kondisi organ yang bermasalah.
  • Biopsi
    Pada prosedur ini, dokter akan mengambil sampel jaringan tubuh pasien yang diduga mengalami kanker. Biopsi merupakan pemeriksaan yang paling akurat untuk menentukan apakah seseorang terkena kanker atau tidak.

(dikutip dari http://www.alodokter.com)

Halodoc, Jakarta – Kanker adalah keganasan yang perlu mendapatkan penanganan medis segera. Sebab jika dibiarkan tanpa penanganan, kanker bisa menyebar ke organ lain (metastasis) dan mengancam nyawa. Ada banyak pilihan pengobatan kanker yang disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahannya, dan kondisi kesehatan secara menyeluruh. Lantas, apa saja jenis dan pilihan pengobatan kanker yang bisa dilakukan?

Baca Juga: Harus Tahu, Bedanya Kanker dan Tumor

Tiga Jenis Pengobatan Kanker

Pengobatan dilakukan untuk mengobati kanker dan memastikan pengidapnya bisa hidup normal. Jika kanker yang dialami tidak bisa disembuhkan, ada pengobatan yang dilakukan untuk menghambat perkembangan sel kanker dan mencegah penyebaran sel kanker ke organ tubuh lain.

  • Pengobatan primer, bertujuan mengangkat atau menghancurkan sel kanker dalam tubuh. Banyak penanganan medis yang dilakukan pada tipe pengobatan ini, tapi sebagian besar kasus kanker diobati dengan operasi. Jika jenis kanker yang dialami sensitif terhadap kemoterapi dan radiasi, tindakan operasi bisa menjadi pilihan utama pengobatan kanker.
  • Terapi adjuvan, bertujuan menghancurkan sel kanker yang masih tersisa pada pengobatan primer, sehingga mengurangi kemungkinan sel kanker tumbuh kembali. Pengobatan ini terdiri dari kemoterapi, radiasi, dan terapi hormon.
  • Perawatan paliatif, bertujuan untuk mengurangi efek samping dari pengobatan kanker. Jenis perawatan ini terdiri dari operasi, radiasi, kemoterapi, dan terapi hormon.

(dikutip dari http://www.halodoc.com)

Biaya Pengobatan Saat Ini

Kemoterapi

Untuk kemoterapi rata-rata penderita kanker membutuhkan 12 hingga 24 kali kemoterapi untuk membasmi sel kankernya. Adapun biaya yang dibutuhkan untuk tiap kali melakukan tindakan adalah Rp. 2.000.000,-.

Radioterapi

Radioterapi memiliki beberapa efek samping, tergantung pada bagian mana terapi tersebut dilakukan. Jumlah tindakan yang harus dilakukan juga tergantung pada kondisi pasien. Rata-rata tindakan radioterapi membutuhkan dana sebesar Rp. 20.000.000,-.

Operasi

Biaya yang dibutuhkan kurang lebih adalah Rp. 40.000.000,- hingga Rp. 50.000.000,-.

Cryosurgery

Biaya yang dibutuhkan untuk cryosurgery cukup tinggi, yakni mencapai Rp. 20.000.000,- per tindakan. Seberapa sering tindakan dilakukan kembali disesuaikan dengan kondisi pasien.

(dikutip dari http://www.pfimegalife.co.id)

Metode pengobatan kanker diatas adalah metode yang umum dilakukan saat ini.

Selain metode pengobatan diatas, ada juga metode pengobatan secara fisika. dimana metode ini menggunakan prinsip pemanfaatan medan listrik yang dimanfaatkan untuk mematikan sel kanker yang sedang membelah. Dengan prinsip ini, maka tingkat pembelahan sel kanker yang cepat akan dapat dikurangi dan bahkan dapat dimatikan secara perlahan. Salah satu metode yang menggunakan metode ini adalah ECCT hasil riset C-techlabs pimpinan Dr. Warsito.

ECCT (Electro-Capacitive Cancer Therapy) dikembangkan sejak 2012 sampai saat ini dan telah dimanfaatkan diberbagai negara seperti: Jepang, Turki, Polandia, dan lain-lain.

Untuk tahu lebih lanjut tentang terapi ECCT ini dapat hubungi call center di 021 293 15015 atau bisa langsung datang ke kantor riset di Alam Sutera, Tangerang Selatan dilokasi

Membuat Colormap Pada Visual Basic 6 (VB6)


Color map adalah salah satu cara penyajian sebaran data dalam bentuk sebaran visual. Dengan menggambarkan sebaran data dalam gradasi warna akan lebih mudah dalam menganalisis sebaran data dalam bentuk ruang. Sebaran data akan dapat dengan cepat diketahui dan dianalisa secara spasial.

Sebuah angka dapat dikonversikan ke dalam range data dengan mewakilkan kedalam sebuah warna yang diketahui nilai maksimum dan minimum range tersebut. Banyak sekali tipe color map, dengan menggunakan VB 6 dapat dibuat dengan memetakan nilai kedalam warna dengan kombinasi dari warna utama RGB.

contoh script yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

Dim clr As OLE_COLOR

‘ Map a value to a rainbow color.
Private Function MapRainbowColor(ByVal value As Single, ByVal red_value As Single, ByVal blue_value As Single) As OLE_COLOR
Dim int_value As Integer

‘ Convert into a value between 0 and 1023.
int_value = Int(1023 * (value – red_value) / (blue_value – red_value))

‘ Map different color bands.
If (int_value < 256) Then
‘ Red to yellow. (255, 0, 0) to (255, 255, 0).
MapRainbowColor = RGB(255, int_value, 0)
ElseIf (int_value < 512) Then
‘ Yellow to green. (255, 255, 0) to (0, 255, 0).
int_value = int_value – 256
MapRainbowColor = RGB(255 – int_value, 255, 0)
ElseIf (int_value < 768) Then
‘ Green to aqua. (0, 255, 0) to (0, 255, 255).
int_value = int_value – 512
MapRainbowColor = RGB(0, 255, int_value)
Else
‘ Aqua to blue. (0, 255, 255) to (0, 0, 255).
int_value = int_value – 768
MapRainbowColor = RGB(0, 255 – int_value, 255)
End If
End Function

Source code lengkap dapat didownload disini.

Untuk Sour Code Lengkap sebagai berikut:

Dim clr As OLE_COLOR

‘ Map a value to a rainbow color.
Private Function MapRainbowColor(ByVal value As Single, ByVal red_value As Single, ByVal blue_value As Single) As OLE_COLOR
Dim int_value As Integer

‘ Convert into a value between 0 and 1023.
int_value = Int(1023 * (value – red_value) / (blue_value – red_value))

‘ Map different color bands.
If (int_value < 256) Then
‘ Red to yellow. (255, 0, 0) to (255, 255, 0).
MapRainbowColor = RGB(255, int_value, 0)
ElseIf (int_value < 512) Then
‘ Yellow to green. (255, 255, 0) to (0, 255, 0).
int_value = int_value – 256
MapRainbowColor = RGB(255 – int_value, 255, 0)
ElseIf (int_value < 768) Then
‘ Green to aqua. (0, 255, 0) to (0, 255, 255).
int_value = int_value – 512
MapRainbowColor = RGB(0, 255, int_value)
Else
‘ Aqua to blue. (0, 255, 255) to (0, 0, 255).
int_value = int_value – 768
MapRainbowColor = RGB(0, 255 – int_value, 255)
End If
End Function

Private Sub Form_Load()
VScroll1.value = 0
VScroll1.Max = Val(Text1.Text)
VScroll1.Min = Val(Text2.Text)
VScroll1_Change
End Sub

Private Sub Text1_Change()
VScroll1.Max = Val(Text1.Text)

End Sub

Private Sub Text2_Change()
VScroll1.Min = Val(Text2.Text)
End Sub

Private Sub VScroll1_Change()
VScroll1.Max = Val(Text1.Text)
VScroll1.Min = Val(Text2.Text)

Label3.Caption = VScroll1.value
clr = MapRainbowColor(VScroll1.value, Val(Text2.Text), Val(Text1.Text))
Picture1.BackColor = clr
End Sub

Komunikasi Hantek 6022BE dengan VB6


Hantek6002BE Series

DSO6022BE

DSO 6022BE

DSO Hantek 6022BE merupakan salah satu DSO dengan bandwidth: 20MHz-200MHz dan Sample Rate: 250MSa/s; Produk ini sudah memiliki desain casing yang bagus dan ergonomis, tidak hanya kuat dan bagus tetapi juga memiliki nilai resistansi terhadap panas yang bagus.  Sudah menggunakan interface standar USBXI (TM) , sangat mudah dihubungkan dengan instrumen lain melalui port USB.

Di marketplace loka produk ini diharga mulai dari harga 1 jutaan. Dan cukup handal digunakan dalam proyek elektronika yang akan dilakukan.

Contoh SDK menggunakan VB 6 dapat diunduh disini.

Referensi:

<span>%d</span> blogger menyukai ini: