Warsito P. Taruno, Ilmuwan Pencipta Alat Pembasmi Kanker Payudara dan Otak

Awalnya, karir Dr Warsito P. Taruno sebagai peneliti dibangun di Jepang. Di Negeri Matahari Terbit itu, reputasinya sebagai peneliti cukup diperhitungkan. Dari tangan dinginnya, tercipta sebuah alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara.

SEKARING R.A., Jakarta

TAK sedikit peneliti Indonesia yang lebih suka berkarir dan bekerja di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Sebab, di luar negeri lebih menjanjikan. Tapi, itu tak berlaku bagi Warsito P. Taruno.

RELATED NEWS

Suwarni, Survivor Kanker Payudara yang Sembuh Tota …

Semula, Warsito merupakan salah seorang peneliti Indonesia yang berkarir di Shizuoka University, Jepang. Di kampus tersebut, pria 54 tahun itu juga menjadi salah seorang dosen. Selama berada di Jepang, hidup Warsito lebih dari cukup. Apalagi, pemerintah di sana sangat memperhatikan dan menghargai para peneliti.

Tapi, itu semua tak menghalangi tekad Warsito untuk pulang kampung. Dia lantas merintis pendirian Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology yang bergerak di bidang teknologi penemuan.

Lama-kelamaan, lembaga tersebut berkembang pesat, meski berkantor di ruko di kawasan perumahan Modernland, Tangerang. Sejumlah sistem dan alat berhasil diciptakan Warsito dan kini menjadi incaran dunia internasional.”Saya ingin pulang ke Indonesia dan melakukan riset sendiri,” jelas Warsito ketika ditemui di kantornya, Ctech Labs Edwar Technology, kemarin (29/12).

Kini Warsito dan timnya tengah mengembangkan alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara. Alat tersebut berupa teknologi pemindai atau tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis (electrical capacitance volume tomography/ECVT).

Dengan alat tersebut, Warsito yang asli Karanganyar itu menciptakan empat perangkat pembasmi kanker payudara dan kanker otak. Perangkat itu terdiri atas brain activity scanner, breast activity scanner, brain cancer electro capacitive therapy, dan breast cancer electro capacitive therapy.

Brain activity scanner dibuat Warsito sejak Juni 2010. Alat tersebut berfungsi mempelajari aktivitas otak manusia secara tiga dimensi. Bentuk alat tersebut mirip helm dengan puluhan lubang connector yang dihubungkan dengan sebuah stasiun data akuisisi yang tersambung dengan sebuah komputer.

Alat itu bisa mendeteksi ada tidaknya sel kanker di otak. “Dengan alat itu, juga bisa dilihat seberapa parah kanker otak yang diderita pasien,” jelas Warsito.

Sementara itu, breast activity scanner diciptakan pada September lalu. Sedikit banyak, dua alat itu memiliki kesamaan, yakni mendeteksi adanya sel kanker di tubuh.

Selain dua alat tersebut, Warsito melengkapinya dengan membuat brain cancer electro capacitive therapy dan breast cancer electro capacitive therapy. Dua alat itu berbasis gelombang listrik statis dengan tenaga baterai. Dua alat tersebut terbukti dapat membunuh sel kanker hingga tuntas hanya dalam waktu dua bulan.

Warsito telah membuktikan keampuhan alat ciptaannya kepada kakak perempuannya yang menderita kanker payudara stadium IV. Terdorong oleh kondisi kakaknya, Suwarni, alumnus Jurusan Teknik Kimia Shizuoka University, Jepang, tersebut menciptakan breast cancer electro capacitive therapy yang berbasis listrik statis.

Bentuk alat tersebut dibuat mirip dengan penutup dada yang mengandung aliran listrik statis di bagian dalam. Penutup dada berwarna hitam itu terhubung dengan sebuah baterai yang bisa di-charge. “Sengaja dibuat mirip dengan penutup dada biar mudah digunakan,” papar Warsito.

Warsito pun mengenakan alat temuannya itu kepada kakaknya selama sebulan. Penutup dada tersebut harus dipakai selama 24 jam. Pada minggu pertama, terlihat efek samping dari alat itu. Namun, efek tersebut tidak sampai menyiksa seperti proses kemoterapi. Hanya, keringat penderita yang menggunakan alat tersebut berlendir dan sangat bau. Urine dan fesesnya (kotoran) pun berbau lebih busuk. Menurut Warsito, hal tersebut menandakan bahwa sel kankernya tengah dikeluarkan.

“Bau busuk itu berasal dari sel kanker yang sudah mati dan dikeluarkan lewat urine, keringat, dan feses. Tapi, si penderita tidak merasakan sakit, hanya gerah,” paparnya.

Temuan Warsito itu ternyata berhasil. Dalam waktu sebulan setelah pemakaian, hasil tes laboratorium menyatakan bahwa kakaknya negatif kanker. Sebulan kemudian, sang kakak dinyatakan bersih dari sel kanker yang hampir merenggut nyawa itu.

Untuk brain cancer electro capacitive therapy, suami Rita Chaerunnisa tersebut mencoba mengenakannya kepada seorang pemuda berusia 21 tahun yang menderita penyakit kanker otak stadium lanjut. Bahan dasar yang digunakan mirip dengan breast cancer electro capacitive therapy. Namun, bentuknya disesuaikan dengan bentuk kepala sehingga menyerupai pelindung kepala.

Serupa dengan metode yang diterapkan kepada sang kakak, Warsito mengenakan alat tersebut kepada pemuda itu selama sebulan pada September lalu. Karena alat itu dipakai di kepala, pasien akan merasakan gerah pada bagian kepala.

Pada tiga hari awal pemakaian alat tersebut, tingkat emosi pasien akan meningkat. Setelah itu, muncul gejala-gejala keringat berlendir hingga feses yang baunya lebih nggak enak.

Warsito menceritakan, awalnya pemuda tersebut mengalami lumpuh total. Dia tidak bisa bangun dari tempat tidur, bahkan tidak mampu menelan makanan. Sel kanker telah menyebar di area pangkal otak penderita itu. Namun, setelah seminggu pemakaian alat tersebut, pemuda itu sudah bisa bangun dari tempat tidur serta menggerakkan tangan dan kaki.

Setelah dua bulan pemakaian, pemuda tersebut sudah dinyatakan sembuh total. “Dua bulan sudah bersih. Sel kankernya sudah hilang,” papar dia.

Setelah keberhasilan dua pasien itu, Warsito menerima banyak pesanan. Bahkan, jumlahnya mencapai ratusan. Saat pesanan membeludak, para staf Warsito terpaksa bekerja ekstrakeras hingga larut malam. Sebab, setiap pasien tidak bisa menggunakan alat yang sama. “Alat terapi itu harus dibuat sesuai dengan kondisi pasien sehingga tidak sama antara satu dan yang lain,” jelasnya.

Karena masih tergolong riset, harga alat terapi itu tergolong sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 1 juta. Saat ini alat pembasmi kanker tersebut telah didaftarkan di Kementerian Kesehatan untuk mendapat izin edar. “Kalau sudah ada izin, bisa segera digunakan oleh masyarakat luas. Harga bisa berubah, tapi pastinya masih terjangkau,” ucap dia.

Keberhasilan Warsito tersebut ternyata juga menjadi perhatian dunia internasional. Salah satu di antaranya, The University of King Abdulaziz, Saudi Arabia. Universitas yang berlokasi di kota Jeddah itu sudah memesan breast activity scanner dan brain activity scanner. “Dan satu lagi alat scanner untuk perminyakan yang menggunakan sistem ECVT 128 channel,” jelasnya.

Sebuah rumah sakit besar di India pun sudah memesan sejumlah alat terapi kanker payudara ciptaan Warsito. “Ya, baru beberapa hari lalu kami melakukan clinical test di India,” imbuh dia.

Sebelum menemukan alat pembasmi kanker payudara dan otak, Warsito sudah dikenal dunia internasional lewat temuannya, yakni sistem ECVT. Sistem ECVT tersebut merupakan tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Shizuoka University, Jepang, pada 1991. Berdasar sistem tersebut, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun tertarik memakai teknologi pemindai temuan Warsito tersebut.

NASA menggunakannya pada pesawat ulang alik. Teknologi tersebut memungkinkan untuk melihat tembus timbunan material di dinding luar pesawat ulang alik. “Kalau ada timbunan air di bagian luar pesawat, dindingnya bisa terbakar,” jelasnya.

Tidak hanya itu. Saat mengajar di Ohio State University pada 2001, dia berhasil mengembangkan tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis. Paper yang menjelaskannya dimuat di jurnal Measurement Science and Technology. Artikel tersebut menjadi paper yang paling banyak diakses di penerbitan online oleh Institute of Physics (London).

Teknologi tersebut dipatenkan di Amerika pada 2003. Saat masih aktif mengajar  dan berkutat dengan sejumlah riset di Ohio State University, Amerika Serikat, Warsito malah memilih pulang ke Indonesia pada 2003. Pilihannya untuk kembali ke tanah air tidak direstui pihak institusi tempatnya mengajar waktu itu. Masih banyak kewajiban yang harus dipenuhi Warsito.

Alhasil, dia pun terpaksa bolak-balik Amerika-Indonesia selama kurun waktu 2003?2006. Pada 2005, Warsito mulai mengajar di Jurusan Fisika Medis Universitas Indonesia.

Namun, pada 2006, pihak Ohio State University yang selama ini mendanai riset Warsito menghentikan aliran dananya. Warsito yang kala itu sudah membangun perusahaan di Indonesia terancam bangkrut. Selama dua tahun dia berupaya menutupi semua biaya risetnya dengan berbagai cara. “Habis-habisan pokonya,” jelasnya.

Namun, di balik kesulitan finansial yang membelit, Warsito berhasil melakukan sebuah pencapaian. Pada akhir 2007, dia berhasil menciptakan sistem tomografi empat dimensi pertama di dunia. Institusi tempat dirinya bekerja dulu, Ohio State University, langsung tertarik membeli sistem tersebut.

“Tapi, saya maunya mereka membayar 100 persen di muka. Awalnya mereka pikir-pikir. Tapi, setelah saingan mereka Washington State University juga tertarik membeli, mereka langsung oke,” jelasnya.

Dari situ kondisi keuangan Warsito membaik. Tanpa bantuan pemerintah, dia mulai bisa menciptakan temuan-temuan yang lain. Di antaranya, temuan yang dinamakan Sona CT Scanner. Alat tersebut adalah scanner berbasis ultrasonik untuk tabung gas bertekanan tinggi. Alat tersebut merupakan pesanan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta.

Berkat sejumlah temuannya, Warsito pernah diganjar beberapa penghargaan. Di antaranya, penghargaan rintisan teknologi industri, Kemenperin; penghargaan inovator teknologi, Kemenristek; hingga penghargaan Achmad Bakrie pada 2009 untuk teknologi.

Ke depan Warsito mengatakan bahwa dirinya ingin memperdalam temuannya. Yakni, alat pendeteksi kanker otak dan payudara. Dia juga akan menciptakan alat terapi untuk segala jenis kanker dengan menggunakan metode gelombang listrik statis. “Fokusnya ke depan ya di tiga itu dulu,” imbuhnya. (c5/c11/c4/kum)

sumber: http://www.jpnn.com

Lowongan Asisten Teknisi

Asisten Teknisi

  • Laki-laki/Perempuan
  • Lulusan SMK Elektronika
  • Memiliki keterampilan menyolder komponen SMD
  • Tekun, ulet, pantang menyerah
  • Mengerti trouble shooting rangkaian elektronika analog
  • Bersedia tinggal di mess
Job title: Pemula
Job function: Asisten Teknisi
Work location: Kota Tangerang
Level of education: SMK/D3
Major: Teknik Elektronika
Work experience: -
Offering salary: -
Requirements: - Memiliki keterampilan menyolder komponen SMD- Mampu melakukan trouble shooting pada rangkaian analog

-Tekun dan teliti

Job description: - Membuat rangkaian dengan komponen SMD- Melakukan trouble shooting rangkaian elektronika analog

- Mendapat fasilitas mess gratis dan bersedia tinggal di mess

kirimkan CV dan lamaran ke:

roohmadi@yahoo.com

sertakan kode AT

Posting date: 16 Oktober 2011
Closing date: 29 Oktober 2011
Company:PT Edwar Technology
Industry:Riset and Development
Contact person:Rohmadi
Company Web site:http://www.edwartechnology.com

Komunikasi Serial Antara ATMega8 dengan Simulink Matlab

Simulink merupakan salah satu toolbox bawaan Matlab sebagai pelengkap yang dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan. Salah satunya adalah berkomunikasi dengan peralatan eksternal. Komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, diantara salah satunya adalah dengan port serial. Dengan menggunakan toolbox simulink, kita dapat mengakuisisi data tanpa perlu berurusan dengan rumitnya coding. Jika pada tulisan sebelumnya telah diberikan contoh mengakuisisi data dengan script Matlab, maka pada kesempatan kali ini akan diberikan sedikit contoh komunikasi serial antara ATmega8 dengan Simulink Matlab.

Untuk dapat membuat komunikasi serial antara ATmega8 dengan Simulink, maka kita harus membuat model simulink. Hanya 2 buah library model saja untuk dapat mengakuisisi dan menampilkannya. Library yang dibutuhkan adalah Query Instrument dan Display.

Untuk membuatnya, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Buka Maltab, kemudian buka Simulink dengan cara

a. Mengetik simulink pada Command Window, atau dengan

b. Klik Start pada Matlab –> Simulink –> Library Browser,

kemudian buat sebuah file model baru dengan cara klik File –> New –> Model

2. Pada Simulink Library Browser, cara library dengan mengikuti langkah berikut

1) Ketika Instrument

2) klik icon search

3) drag Query Instrument ke berkas Model

 

3. Tampilan setelah mengambil Query Instrumenti adalah sebegai berikut

 

4. Dengan langkah yang sama pada poin 2 & 3, cari library Display

 

5. Setelah ditemukan, drag pada media model seperti berikut

 

6. Kemudian tambahkan koneksi antara Query Instrument dan Display

 

7. Kemudian double klik pada Query Instrument untuk mengatur setting serial baud rate 115200. Samakan setting seperti tampilan berikut

 

8.  Kemudian langkah selanjutnya adalah membuat project pada ATmega8. Dengan menggunakan Code Vision Wizard, kita bisa dengan mudah membuat program serial. Pertama, atur Chip sesuai dengan tipe ATmega8 yang dipakai, kemudian clock yang digunakan adalah 11.059200 M

 

9. Kemudian klik Tab USART. Beri tanda cek pada Transmintter, kemudian pilih baud rate dengan nilai 115200

Kemudian klik File –> Save dan Generate

10. Kemudian pada coding, tambahkan

      #include <delay.h>

 

11. Tambahkan code berikut

      int i;
for(i=1; i<100; i++)
{
printf(“%d”,i*50);
putchar(0x0A);
delay_ms(250);
}

Kemudian compile dan flash ke ATmega8, dan verify sehingga sukses.

12. Kemudian pindah pada window model simulink. isikan nilai time simulation dengan nilai 100. Kemudian klik icon Start Simulation.

 

13. Hasil simulasi pada t=12, tampil nilai pada display

 

14. Hasil simulasi pada t=59, tampil nilai pada display

 

Demikian semoga bermanfaat.

 

Download Code ATmega8

Download Model Simulink

Menampilkan Image Pada Visual Basic 6

Pengantar

Tentunya Anda tidak akan asing dengan image Lenna disamping, dimana image tersebut telah digunakan secara luas sebagai image standar untuk operasi image processing atau pengolahan citra digital.

Menurut beberapa sumber, ternyata Lena wanita yang ada pada image tersebut adalah salah satu model yang ada pada majalah Play Boy. Citra/image tersebut telah dijadikan sebagai standar bagi pemroresan citra dan kompresi citra. Wanita tersebut telah dinobatkan sebagai The First Lady Of The Internet.

Jika Anda menunjukkan Gambar di atas dan bertanya kepada seseorang yang bergerak di bidang pengolahan citra, dia pasti akan tahu bahwa itu adalah “Gambar Lena”, tapi mungkin dia tidak tahu siapa Lena. Lena adalah seorang gadis playmate majalah Playboy tahun 1972.
Pada tahun 70-an, seorang periset dari University of Southern Carolina sedang mengerjakan sebuah algoritma kompresi dan memindai gambar Lena, yang ada di lembaran tengah (centerspread) majalah Playboy. Sejak saat itu Gambar Lena telah menjadi standar industri sebagai bahan untuk menguji algoritma manipulasi dan transmisi citra elektronik. Selama lebih dari 25 tahun sejak Lena diperkenalkan, tidak ada gambar yang lebih penting daripada Lena dalam bidang manipulasi dan komunikasi citra digital. Lena telah dianggap sebagai Ibu Negara Internet.

Mengapa Lena?

[Baca Selengkapnya]

Membandingkan Dua Image Dengan Visual Basic 6

Maaf, artikel ini sedang dalam tahap persiapan.

Silakan kembali beberapa waktu kembali.

 

Rohmadi

Membuat Grafik Data Logger ADC 8 Channel Dengan Visual Basic 6

Grafik sebuah data yang didapatkan dari pengukuran dapat disajikan dalam sebuah grafik pada Visual Basic. Pada tulisan sebelumnya telah diberikan sedikit contoh bagaimana cara menyajikan data dengan menggunakan Visual Basic. Pada kesempatan ini akan diberikan contoh pengembangannya dengan menyajikan data sebanyak 8 channel data. Selain penyajian dalam grafik, diberikan juga sebuah indikator pada tiap-tiap channel dengan menentukan batas atas dan batas bawah. Batas atas disini, untuk memberitahukan bawah titik atas tersebut sudah tercapai dengan ditandai berubah warnah merah pada penanda.

Selain disajikan dalam bentuk grafik, data ditampilkan pula dalam grid yang menyajikan data dalam bentuk numerik. Sehingga secara visual dan numerik dapat diamati dengan lebih mudah. Masing-masing channel dibedakan dengan warna yang berbeda.

 

Pada dasarnya, proses delapan channel data tersebut adalah sama dengan proses satu grafik yang dibuat parallel. Dalam pengambilan data, ditangani oleh MCU yang membaca data analog dengan menggunakan ADC internal ATMega16. MCU mengambil data dengan sistem polling, ADC yang jumlahnya 8 channel dibaca dari channel 1 sampai channel 8. Kemudian data yang didapatkan dibuat paket data menjadi satu frame data.

Data disusun dengan skema berikut:

1. Header = #

2 Delimiter = $ – ?

3. Data = 0 s/d 5000

4. End of Data = &@

#$ADC1?$ADC2?$ADC3?$ADC4?$ADC5?$ADC6?$ADC7?$ADC8?&@ + [ENTER]

dalam contoh dengan data numerik:

#$520?$1040?$1560?$2080?$2600?$3120?$3640?$4160?&@ + [ENTER]

Header, delimiter dan End of data diperlukan untuk parameter bahwa data yang ada adalah valid dan dapat digunakan.

Untuk dapat mengambil data menjadi delapan data kembali, maka diperlukan identifikasi. Proses yang dilakukan adalah membaca parameter-parameter di atas. Pertama, membaca header, kemudian membaca delimiter, kemudian membaca end of data, baru membaca datanya.

 

Untuk membaca header, langkahnya adalah membaca karakter #. Pada visual basic, untuk membaca karakter tertentu digunakan syntax:

Kres = InStr(PaketData, “#”)

membaca end of data:

At = InStr(PaketData, “@”)

Terakhir untuk mengetahui sebuah data, maka kita perlu mengetahui posisi delimiter.

Dollar = InStr(PaketPecah, “$”)
Tanya = InStr(PaketPecah, “?”)

baru kita bisa mendapatkan data pengukuran tersebut.

Selanjutnya baru kita membuat tampilan dalam bentuk grafik seperti telah dibahas pada tulisan sebelumnya.

Demikian semoga bermanfaat.

Source Code VB.

Tutorial FPGA – 2

14 . Pilih menu Add –> Wire (Ctrl + W)


Kemudian klik dari ujung pin CE, tarik garis lurus kea rah kiri kemudian klik sampai membentuk wire, klik Esc.

15. Tambahkan wire untuk semua pin yang ada seperti berikut


16. Pilih menu Add –> I/O marker (Ctrl + G), kemudian select pin CE, C dan CLR seperti tampilan berikut



17. Ulangi untuk pin Q0 s/d pin Q3, CEO, TC

Secara default masing-masing pin akan memiliki nama dari XLXN_1

18. Klik kanan pada I/O marker XLXN_1, pilih Object Properties, pilih Nets, XLXN_1


19. Pada kolom Value, baris Name ganti dengan CE


20. Ganti nama masing-masing pin sesuai tampilan berikut


21. Klik kanan pada xc3s400an-4fgg400 kemudian pilih New Source


Tambahkan VHDL Test Bench, beri nama pada File name Counter4bit_tb, kemudian klik Next >

22. Klik Next >


23. Klik Finish


24. Selanjutnya akan muncuk code HDL disebelah kanan


25. Edit code berikut:

tb : PROCESS

BEGIN

                WAIT;

END PROCESS;

Menjadi seperti berikut:

C1 : PROCESS

BEGIN

                C <= ‘1’; wait for 10ns;

                C <= ‘0’; wait for 10ns;

END PROCESS;


26. Pada tab Hierarchy, klik Counter4bit.sch, kemudian pada tab Processes: Counter4bit, klik kanan Synthesize – XST kemudian pilih Run


27. Pada tab View pilih Simulation. Pada tab Hierarchy pilih Counter4bit_tb.vhd


Pada tab Processes pilih Isim Simulator à Behavioral Check Syntax

28. Kemudian klik kanan Simulate Behavioral Model à Run


29. Kemudian akan muncul layar window baru seperti berikut


30. Kemudian klik icon no 1 diikuti no 2.


Demikian, petunjuk singkat membuat clock pada FPGA dengan gambar rangkaian dan VHDL.

Semoga bermanfaat.

Billing Rental Play Station (PS) Dengan Visual Basic 6

Rental Play Station (PS), kebanyakan masih menggunakan timer bawaan dari layar Televisi yang dipakai. Sebenarnya menggunakan timer TV tersebut bisa saja digunakan untuk timer, namun keterbatasannya adalah, kita tidak bisa mengetahui biaya yang sudah ada dan tidak ada log pembukuannya.

Berbeda dengan billing yang berupa software di PC, kita bisa mendapatkan nilai lebih. Misalnya, bisa dilakukan pembukuan secara otomatis, untuk mendapatkan analisa pendapatan rental. Kemudian, keuntungan lain, bisa mengetahui unit yang selalu dipakai dan unit yang jarang dipakai, ataupun yang lainnya.

Pada kesempatan kali ini, akan disampaikan sedikit pembuatan sebuah billing rental Play Station (PS) sebanyak 4 unit dengan mengontrol switch ON/OFF pada sumber listriknya. Pada sistem ini, billing menghitung biaya dan durasi yang dipakai user. Kemudian untuk mengaktifkan dan menghentikan PS, digunakan metode  On/Off power AC dari unit PS menggunakan relay yang dikendalikan oleh MCU/mikrokontroller.

Cara kerja billing adalah, saat billing di mulai, maka software akan mengirim perintah ke MCU untuk menyalakan relay sesuai dengan nomer billing yang diaktifkan. Kemudian MCU akan mengaktifkan relay sehingga aliran listrik ke unit yang dimaksud akan mengalir. PS dapat digunakan setelah billing aktif. Demikian juga untuk unit yang lain, dapat diaktifkan dan dimatikan dengan melalui software billing di PC. Pada software, akan tercatat waktu mulai unit dan menampilkan biaya tagihan.

Harga sewa unit juga dapat diatur melalui setting harga yang disediakan, dan dapat disesuaikan dengan mudah. Selain itu, semua unit dapat dimatikan dan dinyalakan secara bersamaan melalui sebuah tombol.

Demikian, semoga bermanfaat.

Download Source Code.

Billing Rental 4 Unit Dengan Visual Basic 6

Jika sebelumnya telah dijelaskan bagaimana konsep membuat sebuah billing, maka pada kesempatan ini akan dijelaskan contoh membuat billing yang jumlahnya lebih dari satu unit. Billing yang akan dibuat, sejumlah empat dalam satu form. Billing yang akan dibuat bisa digunakan untuk billing PS, ataupun yang sejenisnya. Dimana billing disini tidak ditampilkan pada client/user, namun billing hanya terdapat pada PC Admin. Output dari PC dapat ditambahkan switch untuk memutuskan sumber listrik pada masing-masing user. Sebagai catatan, peralatan listrik user yang akan dimatikan tidak rentan terhadap mati/nyala, misalnya yang berupa TV atau yang lain.

Switch dapat berupa sebuah MCU (Microcontroller Centrol Unit) ataupun sebuah sirkuit logic yang lain. MCU kemudian mengendalikan sebuah relay ataupun model switch yang lain, misalnya solid state. Jika menggunakan sebuah MCU misalnya mikrokontroller ATMega8535 atau yang lain yang memiliki pin I/O 32 jalur, maka dapat digunakan untuk membuat billing sejumlah 30 unit peralatan rental.

Prinsip billing disini sama dengan billing yang telah dibahas sebelumnya, yang berbeda adalah jumlah unitnya. Masing-masing unit dapat dilihat durasi dan biaya sendiri-sendiri. Billing yang akan dibuat sangat sederhana dan mudah digunakan. Indikator billing sedang berjalan ditunjukkan oleh sebuah simbol lingkaran dengan kode warna merah mununjukkan billing sedang berhenti, sementara warna hijau menunjukkan billing sedang jalan.

Untuk membuatnya, siapkan tampilan seperti diatas yang terdiri dari komponen:

Komponen

Properties

Value

Frame1 Caption PS 1
Label1 Caption Pemakai: User 1
Label2 Caption Biaya
Label3 Caption Jam Mulai
Label4 Caption Jam Sekarang
lblDurasi1 Caption 00:00:00
lblBiaya1 Caption : Rp. 0,-
lblMulai1 Caption : 00:00
lblSkrg1 Caption : 00:00
Command1 Caption Mulai
Timer1 Interval 1000
Enabled False
Shape1 BackColor vbRed

Buatlah komponen di atas sejumlah empat kali sehingga akan menghasilkan tampilan seperti di atas.

Coding Billing

Pada bagian atas code, buatlah variabel berikut:

Dim Start1 As Date, Stop1 As Date
Dim Start2 As Date, Stop2 As Date
Dim Start3 As Date, Stop3 As Date
Dim Start4 As Date, Stop4 As Date
Dim Harga As Integer
Dim Biaya1 As Integer
Dim Biaya2 As Integer
Dim Biaya3 As Integer
Dim Biaya4 As Integer

kemudian tambahkan fungsi berikut untuk menghitung selisih dari dua buah waktu:

Function DateDiffX(dStart As Date, dEnd As Date, Optional bDetailed As Boolean) As Variant
    Dim TotalDays
    Dim Years, Months, Days, hours, minutes, seconds

    If bDetailed Then
        TotalDays = dEnd – dStart
        hours = Hour(dEnd – dStart)
        minutes = Minute(dEnd – dStart)
        seconds = Second(dEnd – dStart)

        If hours < 10 Then
            hours = “0″ & hours
        ElseIf hours > 9 Then
            hours = hours
        End If
        If minutes < 10 Then
            minutes = “0″ & minutes
        ElseIf minutes > 9 Then
            minutes = minutes
        End If
        If seconds < 10 Then
            seconds = “0″ & seconds
        ElseIf seconds > 9 Then
            seconds = seconds
        End If
        DateDiffX = hours & “:” & minutes & “:” & seconds
        Exit Function
    End If

End Function

sub rutin di atas digunakan untuk menghitung selisih dari dua waktu. Selisih ini disebut sebagai durasi dan akan digunakan sebagai hasil penggunaan waktu sewa.

Kemudian pada Command1_Click() tambahkan code berikut:

Private Sub Command1_Click()
If Command1.Caption = “Mulai” Then
    Command1.Caption = “Stop”
    Timer1.Enabled = True
    lblMulai1 = “: ” & Format(Time, “hh:mm:ss”)
    Shape1.BackColor = vbGreen
    Start1 = Format(Time, “hh:mm:ss”)
ElseIf Command1.Caption = “Stop” Then
    Command1.Caption = “Mulai”
    Timer1.Enabled = False
    lblSkrg1 = “: ” & Format(Time, “hh:mm:ss”)
    Shape1.BackColor = vbRed
End If
End Sub

Pada Sub Timer1_Timer(), tambahkan code berikut:

Private Sub Timer1_Timer()
Stop1 = Format(Time, “hh:mm:ss”)
lblSkrg1 = “: ” & Format(Time, “hh:mm:ss”)
lblDurasi1 = DateDiffX(Start1, Stop1, True)
Timer1.Tag = Biaya1 + Harga
lblBiaya1 = “: Rp. ” & Timer1.Tag & “,-”
Biaya1 = Timer1.Tag
End Sub

Dan pada sub Form_Load(), tambahkan code berikut:

Private Sub Form_Load()
Harga = 10
End Sub

Ulangi langkah-langkah di atas untuk unit yang ke-2, 3 dan 4.

Download code.

Semoga bermanfaat.

Membuat Billing Dengan Visual Basic 6

Billing secara sederhana adalah, alat bantu untuk menghitung jumlah tagihan. Billing biasanya digunakan pada warung internet, warung telepon, fax, rental komputer atau rental PS bisa juga digunakan untuk persewaan lain yang perhitungan tagihannya berdasarkan waktu yang digunakan.

Dengan menggunakan visual basic kita bisa membuat sebuah billing secara sederhana dan akurat. Komponen yang digunakan adalah Timer, Label dan Button. Ketiga komponen tersebut memiliki peran dan digunakan untuk membuat sebuah billing.

Timer digunakan sebagai counter waktu dan tagihan. Button digunakan untuk menerima perintah start, stop dan tutup program. Label digunakan untuk menampilkan informasi kepada user.

 

 

 

Bagaimanakah Prinsip Sebuah Billing?

Sebuah tagihan biasanya dibuat berdasarkan satuan jam, bisa satu jam atau setengah jam, atau mungkin kelipatannya. Dari sini, nilai tagihan dibagi menjadi pecahan terkecil yang memiliki KPK dengan satuan waktu. Jadi pertambahan tagihan ekuivalen dengan pertambahan waktu yang dijadikan acuan.

Misalnya, harga sewa selama satu jam adalah Rp. 3.000,- sementara waktu dalam satu jam adalah 60menit atau 3600detik, sehingga didapatkan harga persatuan waktu adalah Rp. 50,-/menit atau Rp. 5,-/ enam detik.

Dari sini kita bisa membuat counter up misalnya pertambahan tagihan adalah Rp 5 setiap 6 detik. Untuk mengatur counter tagihan setiap 6 detik, maka kita menggunakan timer dengan diatur intervalnya 6000. Pada setial 6 detik sekali, tagihan dijumlahkan antara tagihan awal dengan Rp. 5,-

Sementara untuk mengetahui durasi yang telah berlalu, kita gunakan perhitungan selang waktu. Selang waktu/durasi dapat dihitung dengan mengurangi waktu sekarang dengan waktu mulai.

Untuk lebih memahaminya, silakan mempelajari source code.

Semoga bermanfaat.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.